SUN STAND STILL

Featured

Penulis: Steven Furtick

Penerjemah: Selviya Hanna

Penerbit: Benaiah Books

Genre: Non-fiksi Rohani

Pengalaman pertama memang selalu istimewa – mendebarkan, menyenangkan, sekaligus bikin cemas. Saya senang sekali karena akhirnya buku ini sukses terbit November 2011 kemarin, sebulan setelah saya mengumpulkan hasil terjemahannya. Sun Stand Still sebenarnya merupakan buku keempat yang saya terjemahkan, tapi terbit paling awal. Dan karena dibumbui oleh kisah-kisah mendebarkan, proses penerjemahan buku ini jadi semakin spesial.

Saya cuplikkan beberapa bagian dari buku ini, ya … Continue reading

Ketika Menerima Order Terjemahan Dengan Genre Yang Sama Sekali Berbeda

Mungkin saya tergolong mujur, karena meski pengalaman menerjemahkan saya belum bisa dibilang lama, saya sudah mencicipi beberapa genre yang berlainan. Apalagi jika tes awal penerjemah pun turut dihitung. Pernah, di awal kerja sama dengan suatu penerbit, materi tes saya diambilkan dari cerpen klasik yang jelimetnya minta ampun. Eh, setelah sungguhan diorder, saya justru dapat naskah kontemporer yang sangat ‘lelaki’. Sesudah menggarap naskah itu, iseng saya coba mengikuti tes penerjemah di penerbit lain, dengan genre historical romance, sampai dua kali (tapi gagal terus, haha, mungkin belum rezeki saya).

Lantas saya menerima order menerjemahkan novel semi memoar, dengan gaya bahasa yang sangat berbeda dengan garapan terdahulu. Setelah itu, saya berkutat dengan naskah non fiksi keuangan, lanjut naskah rohani yang agak ‘gaul’, dan setelah itu, mencebur ke novel fantasi young adult.

Mas Anto pernah berkomentar, “Kamu gak bingung ya, Dek? Kayaknya materi terjemahan kamu gak ada yang nyambung, deh.” Continue reading

Overpriced

Kalau ditilik dari pengertian kamusnya, overpriced biasanya cukup diterjemahkan menjadi “harga yang terlalu mahal”. Namun sebenarnya padanan kata ini bisa diolah menjadi banyak alternatif dalam bahasa Indonesia. Misalnya saja dalam teks novel yang pernah saya terjemahkan di bawah:

The spoil brat even orders the overpriced Coke, I mean, which student orders Coke in restaurants?

Terjemahan awal:

Bajingan tengil itu bahkan memesan Coke yang harganya terlalu mahal, maksudku, mahasiswa mana yang memesan Coke di restoran? Continue reading

Perlukah Tahapan Review Dalam Menyunting Terjemahan?

Biasanya, dalam penerbit-penerbit besar yang dituntut menerbitkan buku sekian judul per bulan, ada orang yang khusus bertugas mereview hasil terjemahan dari penerjemah. Jadi, hasil terjemahannya ‘diperiksa’ kesesuaian atau kesetiaannya pada naskah sumber dulu, baru diserahkan ke penyunting. Tentu ini sangat memudahkan penyunting, karena ia bisa berfokus untuk memperhalus bahasa. Setahu saya, penerbit luar negeri pun menerapkan sistem seperti ini.

Namun ada juga penerbit di Indonesia yang tidak mengenal pembagian tugas seperti di atas. Biasanya penyunting merangkap tugas reviewer: ya mengecek hasil terjemahan, ya memperhalus bahasa. Mungkin kalau tebalnya masih relatif wajar, misalnya 100-300 halaman, ini tidak akan terasa berat. Tapi kalau di atas itu, waduh, sangat menguras waktu dan tenaga. Continue reading

Jauhkan Kata Ganti Orang Yang Sama

Di awal-awal saya menjadi editor buku terjemahan, koordinator saya berpesan, “Sel, kalau kamu nemu dua kata ganti orang yang sama dempet-dempetan dalam satu kalimat, usahakan membolak-balik kalimat supaya kata ganti orangnya berjauhan. Kesannya lebih luwes dan rapi.”

Sejak saat itu, setiap saya menemukan dua kata ganti orang yang sama lagi ‘pacaran’ dalam satu kalimat, tanpa kenal iba saya pun memisahkan mereka. Misalnya dalam potongan teks novel terjemahan saya di bawah ini:

That is the thing of girls. They are like half your size or something, but if they know you like them, they boss you around. Who the hell did she think she was? Continue reading

seeing (something) works wonder

Dulu, ketika menerjemahkan novel yang sangat kontemporer, saya menemukan kalimat seperti ini:

The flowers were crushed and already wilted, but there is something about flowers and women. Somehow, seeing these reproductive tools of plant-life works wonder.

Awalnya saya terjemahkan:

Bunga-bunga itu sudah remuk dan layu, tetapi ada sesuatu mengenai bunga dan wanita. Entah kenapa, melihat alat reproduksi tumbuhan itu mendatangkan keajaiban. Continue reading

Sejalan Tapi Tak Sama

Teman-teman yang mengenal saya dan Mas Anto selalu bilang kami beruntung karena mendapat pasangan yang sama-sama berkarya di media, khususnya perbukuan. Satu visi, istilah mereka. Dan itu memang benar. I’m truly grateful to have him as my soulmate. Terlebih kami punya kesamaan dalam banyak hal. Misalnya saja, kami sama-sama jatuh cinta pada dunia perbukuan dan punya pandangan yang sama akan bagaimana kami melayani Tuhan dengan passion dan bakat kami. Di luar itu, kami sama-sama maniak buku dan film, sangat suka jalan-jalan dan menikmati alam, serta tahan berjam-jam mengobrol dengan topik yang amat random.

Namun mungkin tidak banyak yang tahu kalau kami juga punya banyak perbedaan. Mulai dari yang terkesan remeh hingga serius. Misalnya saja beberapa perbedaan di bawah ini: Continue reading

Mengubah Perspektif Demi Keluwesan Terjemahan

Setiap penerbit pasti punya kebijakan tersendiri menyangkut penerjemahan dan penyuntingan. Ada penerbit yang cukup saklek; buku-buku yang diterjemahkannya harus sesetia mungkin pada struktur kalimat bahasa sumber dan sebisa mungkin tidak mengurangi atau menambahkan satu pun kata. Namun ada juga penerbit yang berpihak pada keterbacaan. Merombak kalimat, bahkan menambah atau mengurangi kata dirasa sah-sah saja, selama tidak melenyapkan pesan yang ingin disampaikan penulis.

Kebetulan, penerbit tempat saya bekerja sebagai penyunting menganut asas kedua. Dan itu cukup bisa dimaklumi, karena kami kebanyakan menerbitkan buku-buku terjemahan non fiksi yang, nota bene, memang sangat butuh diluweskan. Continue reading

one thing … and another

Saya menemukan bentuk kalimat seperti ini dalam naskah yang sedang disunting:

Teks asli:

He then lays hold of forgiveness by acknowledging his guilt, recognizing his sin and not blaming God. Forgiveness is one thing; however, overcoming sin is another.

Terjemahan awal:

Dengan mengakui kesalahan dan dosanya, serta berhenti menyalahkan Tuhan, dia pun diampuni. Namun menerima pengampunan adalah satu hal; mengatasi dosa adalah hal yang lain. Continue reading

say whatever you want

Sedikit cuplikan dari novel yang pernah saya garap:

“Let me get this straight. You can say whatever you ant, but I’ve gotta behave?”

Awalnya saya terjemahkan menjadi:

“Biar kuperjelas ini. Kau boleh mengatakan apa pun yang kau mau, tapi aku harus menjaga sikap?”

Tapi karena dirasa terlalu kaku untuk novel young-adult, saya perhalus menjadi:

“Biar kuperjelas ini. Kau boleh ngomong sesuka hati, tapi aku harus menjaga sikap?”

Satu Yang Menjadi Dua

Satu lagi cuplikan dari novel young-adult yang belum lama ini saya tangani:

“People make promises all the time they don’t intend to keep.” Just like she’d promised to quit smoking and drinking and hooking up with men. Promises run cheap in our dysfunctional family.

Ini hasil terjemahan awal saya:

“Orang-orang terus membuat janji yang tidak ingin mereka tepati.” Persis seperti saat dia berjanji akan berhenti merokok, minum-minum, dan nongkrong dengan laki-laki. Janji dihargai murah dalam keluarga abnormal kami.

Lantas saya sunting menjadi:

Begitulah manusia. Selalu membuat janji yang nggak ingin mereka tepati.” Persis seperti saat dia berjanji akan berhenti merokok, minum-minum, dan nongkrong dengan laki-laki. Janji dihargai murah dalam keluarga abnormal kami.

Alternatif lain:

“Ah, janji-janji melulu, padahal belum tentu ditepati.”

Entah mana yang akan dipilih Mbak editor. :)