LIVING A SIGNIFICANT LIFE

17 11 2008

2540553441_9040c90729_m

Tatkala menulis artikel ini saya teringat pada adik-adik mahasiswa baru yang saya bimbing sewaktu P3KMABA (sejenis ospek) dua tahun yang lalu. Memang almamater saya tercinta, UK Petra memberlakukan sistem orientasi yang agak berbeda dengan kampus lainnya. Tidak ada yang namanya perploncoan fisik; hampir sebagian besar aktivitas MOS dilakukan di dalam kelompok-kelompok kecil (10-16 org) yang didampingi 2 orang kakak pembimbing. Topik yang kami bahas pun agak berbeda; tentang gambar diri, tentang tujuan hidup, dan hal-hal penting lainnya mengenai kehidupan.

Masih jelas di ingatan saya, waktu itu saya melemparkan pertanyaan “apa arti kehidupan bagimu?” Jawaban yang muncul beragam, mulai dari “hidup itu misteri”, “hidup itu bagai air mengalir”, “hidup itu panggung sandiwara”, sampai “hidup itu untuk makan” (nah…yang memberi jawaban memang hobi makan sih…). Namun ketika saya lanjutkan diskusi dengan bertanya kembali, “menurut kalian hidup yang sukses itu seperti apaan?”, sebagian besar berpendapat bahwa hidup yang sukses adalah hidup berkecukupan bahkan berkelebihan dari segi material. Sisanya seputar prestasi dalam kuliah dan kehidupan sesudahnya (bekerja, menikah, dll). Read the rest of this entry »





YOU WERE BORN TO BE LOVED

25 10 2008

Ah Ye Un, seorang gadis cilik, mampu bermain piano tanpa diajari. Sejak umur 3 tahun, ia mampu memainkan Furelise dan lagu-lagu bernada sulit hanya dengan mendengar sekali, bahkan tanpa melihat kertas partitur. Ini membuat ia dijuluki Mozart cilik. Ajaibnya, potensi sebesar itu datang dari seorang anak adopsi yang buta sejak lahir, Read the rest of this entry »





How to say “sorry” for your OWN mistakes

29 07 2008

Ada dua kata yang paling penting namun sekaligus juga sulit diucapkan manusia, yaitu TERIMA KASIH dan MAAF. Namun, bagi saya pribadi, dalam kebanyakan kasus mengatakan ‘MAAF’ itu jauh lebih sulit daripada berterimakasih. Mengapa? Mengatakan maaf pasti mengorbankan “wajah” kita. Mau ditaruh di mana ni muka? Apalagi kalau kita lebih tua, dianggap lebih dewasa, ataupun memiliki status sosial di masyarakat yang lebih tinggi daripada orang yang bersangkutan dgn kita (mis: majikan dan pembantu). Read the rest of this entry »