Seminggu kemarin ini, saya akui, penuh dengan gerutu dan air mata. Nyaris setiap hari, ada saja hal yang membuat saya khawatir dan lupa, bahwa ada Kuasa yang lebih besar dari setiap masalah saya dan menopang saya dengan setia. Mulai dari Mas Anto yang karena lecet bahunya tidak diperbolehkan ke mana-mana selama dua minggu ini (padahal kami ada janji testfood bersama panitia akhir bulan ini), konflik-konflik kecil yang berubah runyam, job di kantor yang terasa makin hectic, hingga klien yang sulitnya minta ampun dan meminta revisi seenaknya sendiri. Dari perspektif saya yang dangkal ini, seisi semesta seolah berkonspirasi melawan saya. Continue reading
Author Archives: selviya hanna
List Buku yang Dibaca April 2012
- Jack Si Pelompat, Philip Pullman, GPU (novel anak)
- Anak Tanpa Rumah (The Suitcase Kid), Jacqueline Wilson, GPU (novel anak)
- Vicky Angel, Jacqueline Wilson, GPU (novel anak)
- Nights in Rodanthe, Nicholas Sparks, GPU (romance)
- Seru (Nggak)nya Jadi Copywriter, Aprilina Prastari, GPU (non-fiksi)
- What’s French for “EW!”?, Katie Maxwell, GPU (teenlit)
- They Wear What Under Their Kilts?, Katie Maxwell, GPU (teenlit)
- Epileptik 1, David B, GPU (novel grafis)
- Epileptik 2, David B, GPU (novel grafis)
- Selamatkan Flavia!, Tria Ayu K., DAR Mizan (novel anak)
- Mohan Sang Detektif Cilik, Hadi Pranoto, DAR Mizan (kumcer anak)
- Che, Spain Rodriguez, GPU (novel grafis)
- Different Ugliness, Different Madness, Marc Males, GPU (novel grafis)
- Chinese History, Fu Chunjiang, Elex Media Komputindo (komik)
- Don’t Judge A Girl By Her Cover, Ally Carter, GPU (teenlit)
Semuanya buku lawas yang keren-keren, baik dari segi konten maupun kreativitas pengolahan ide! Dan no 1-13 adalah buku-buku yang tak sengaja saya temukan di diskonan Rumah Buku.
Satu lagi fakta penguat bahwa belum tentu buku yang masuk obralan adalah buku yang bermutu jelek. Justru di situlah saya sering menemukan harta karun
Selamat merayakan hari buku, ya
Yuk, Promosikan Produk Melalui Storybook :)
Kalau Anda atau anak Anda pernah atau sering membaca BOBO dan majalah anak sejenis, Anda pasti sering menjumpai kartun-kartun strip yang disponsori oleh produk tertentu, misalnya susu formula. Terlepas dari cerita sejenis yang kadang kala sederhana dan terkesan dipaksakan, mempromosikan produk melalui cerita – apalagi jika konsumen yang disasar adalah anak-anak – memang cukup efektif.
Selain mempromosikan produk dan meningkatkan brand awareness, format cerita seperti itu pun kerap dijadikan bonus. Beberapa tahun silam, Mas Anto pernah diminta mengomikkan kisah tokoh ternama dunia oleh Frisian Flag (yang bekerja sama dengan Elex Media Komputindo). Tokoh yang ia garap saat itu adalah Marie Curie dan Benjamin Franklin. Bentuknya berupa buklet hitam putih yang seluruhnya penuh berisi panel komik, dengan kaver berwarna yang memuat logo Frisian Flag. Sekitar akhir tahun lalu, Mas Anto pun diorder membuat komik untuk produk obat cacing, yang dikemas dengan gaya kartun yang eye-catching. Meskipun kerja sama itu tidak berlanjut karena satu dan lain hal, itu membuat saya menyadari bahwa ternyata bentuk promosi seperti ini masih cukup diminati.
Sekitar awal Februari kemarin, saya pun mendapatkan order membuat promosi produk suplemen anak dalam bentuk storybook dwibahasa. Tokohnya sudah ditentukan – ada tiga sahabat yang masing-masing mewakili kandungan yang terdapat dalam suplemen itu, plus satu pemeran pembantu J Nilai moral yang ingin ditekankan juga sudah mereka tetapkan. Yang perlu saya lakukan adalah menulis cerita, mencari ilustrator, dan terus menjalin hubungan dengan ilustrator hingga storybook ini siap naik cetak. Meskipun awalnya terdengar enteng, apa yang terjadi kemudian rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Continue reading
I’ll tell you what I did
Saya sedang menyunting dan menemukan potongan paragraf berikut:
“This may sound like a stupid question, but how do you determine the kind of person you want to be?” asked Matt.
“I’ll tell you what I did. About ten years ago, I wrote my own obituary,” said Jack with a smile.
Penerjemah mengalihbahasakannya menjadi:
“Aku akan menceritakan pengalamanku padamu,” kata Jack sambil tersenyum. “Sekitar sepuluh tahun yang lalu, aku menulis sendiri obituariumku.” Continue reading
Regardless of
Padanan kata apa yang biasanya Anda gunakan untuk menerjemahkan “regardless of”? Umumnya saya menggunakan “terlepas dari”, “tanpa memedulikan”, “tanpa menghiraukan”, atau “apa pun (bla bla bla)” — tergantung konteks kalimatnya.
Namun saya baru saja menemukan cara penerjemahan “regardless of” yang bagi saya cukup menarik. Inilah konteks kalimatnya: Continue reading
Pesan Mama
“Ma, uangnya masih ada, nggak?” tanya saya saat menelepon Mama kemarin. Berkat kecelakaan yang menimpa saya dan Mas Anto bulan lalu – yang menjadi pengeluaran tak terduga – plus keputusan kami untuk membeli polis asuransi, saya tidak bisa mengiriminya uang bulan ini. Mama saya sudah menjanda dan tinggal di Sorong bersama kakak-kakak yang lain, dan beberapa dari kami setiap bulan mengiriminya uang untuk menopang hidupnya. Jumlahnya memang tidak banyak, namun cukup untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari.
Sejak dulu, Mama bukan tipe orang yang suka berbelanja atau banyak maunya. Untuk urusan perut dan lidah pun ia tidak rewel. Mama menyukai makanan sederhana ala orang tua pada umumnya – sayur bening atau sayur kukus tanpa garam. Ia bukan tipe orang yang neko-neko. Meski kami sering sekali berseberangan dalam hal kerapian dan kerajinan mengurus rumah, di luar masalah itu ia orang yang nerimo dan tidak menuntut banyak dari kami, anak-anaknya. Cukuplah kami bisa hidup mandiri, tidak kekurangan makanan, dan sehat selalu – itu saja mampu membuatnya tenang dan bahagia.
“Tenang saja,” katanya lembut, “kemarin kakakmu sudah mengirimi Mama uang.” Lalu mulailah kisahnya bergulir. Continue reading
Menyunting Kumcer Remaja (Once Upon A Time)
Seingat saya, terakhir kali saya menyunting kumpulan cerpen remaja adalah empat tahun lalu, saat saya baru pertama kali berkecimpung di dunia penerbitan buku. Waktu itu penerbit tempat saya bekerja memang masih belum memfokuskan diri di genre tertentu dan terbuka dengan kiriman naskah dari berbagai genre, termasuk kumpulan cerpen remaja. Namun sejak bergabung dengan penerbit tempat saya bernaung sekarang, saya tak pernah lagi menyentuh kumpulan cerpen remaja. Baru-baru ini saja, ketika lini baru kami yang mengkhususkan diri di POD Publishing dibuka, saya bertemu lagi dengan genre yang satu ini. Continue reading
Tetap Sehat Di Tengah Terpaan Pancaroba
Sejak awal tahun 2012 ini, cuaca di Surabaya terasa makin tak menentu. Hujan dan terik datang tak mengenal musim. Atau mungkin angin muson barat dan angin muson timur lagi akur-akurnya, sehingga tak lagi mau dipisahkan.
Satu hal yang pasti, di saat-saat seperti ini, yang namanya flu pasti jadi penyakit langganan. Wabah? Otomatis. Dan jika cuaca buruk dipadukan dengan jam tidur yang berkurang atau keharusan begadang lantaran deadline, 99 persen saya pasti gampang terserang flu. Dan kalau saya sudah kena flu, pasti lama banget sembuhnya. Meski saya terserang pertama, lalu menulari teman-teman lainnya, dijamin mereka yang ketularan pasti sembuh lebih cepat ketimbang saya. Kalau sudah begitu, gonta-ganti obat pun tak akan banyak membantu.
Namun sejak kira-kira dua bulan yang lalu, ada yang berbeda. Entah dimulai dari siapa, teman-teman di kantor saya satu demi satu terserang flu. Saat itu bertepatan saya lagi banyak order dan harus begadang, tidur paling sore jam 12 malam. Wah, saya waswas, takut ketularan. Tapi ternyata sampai wabah berakhir, saya tak kunjung terserang flu.
Setelah diusut-usut, saya menyimpulkan itu karena kebiasaan minum teh hijau yang saya galakkan sejak awal bulan. Aslinya teh hijau itu sudah saya beli sejak beberapa bulan sebelumnya, tapi tergeletak begitu saja di laci meja kantor. Daripada mubazir, saya minum saja. Apalagi saya pernah baca di buku diet golongan darah O, teh hijau itu punya banyak khasiat, salah satunya membakar lemak *big grin. Olala, ternyata, antioksidan (polifenol) yang terkandung dalam teh hijau pun terbukti ampuh menjaga stamina dan menamengi tubuh dari serangan flu. Continue reading
I’ve found myself
“I’ve found myself keeping anyone or anything with negative information from my boss, just to prevent him from getting angry and taking it out on me and the other members of the staff.”
Selama ini penerjemah yang pernah bekerja sama dengan saya biasanya menerjemahkannya menjadi “aku mendapati diriku …”
Baru kali ini saya menemukan penerjemah yang mengalihbahasakannya menjadi:
“Aku sendiri jadi berusaha mencegah siapa pun atau apa pun yang membawa informasi negatif kepadanya, hanya agar ia tidak marah dan melampiaskannya padaku serta staf lainnya.”
Good job, I think. Loloslah kalimat ini dari coretan merah :)
I want to give you an out
Teks asli: Having said all of that, if the story of Jonah is just too much for you to swallow, then I want to give you an out.
Terjemahan awal: Akan tetapi, jika kisah Yunus memang terlalu sulit Anda terima, maka saya ingin memberi Anda solusi.
Setelah diperhalus: Akan tetapi, jika kisah Yunus memang terlalu sulit Anda terima, maka ini solusi bagi Anda.




