How to say “sorry” for your OWN mistakes

29 07 2008

Ada dua kata yang paling penting namun sekaligus juga sulit diucapkan manusia, yaitu TERIMA KASIH dan MAAF. Namun, bagi saya pribadi, dalam kebanyakan kasus mengatakan ‘MAAF’ itu jauh lebih sulit daripada berterimakasih. Mengapa? Mengatakan maaf pasti mengorbankan “wajah” kita. Mau ditaruh di mana ni muka? Apalagi kalau kita lebih tua, dianggap lebih dewasa, ataupun memiliki status sosial di masyarakat yang lebih tinggi daripada orang yang bersangkutan dgn kita (mis: majikan dan pembantu). Read the rest of this entry »