BOOKS: THE IGNORED TREASURE

31 07 2008

Henry David Thoreau pernah bilang ”Books are the treasured wealth of the world and the fit inheritance of generations and nations.” Begitu pentingnya peran sebuah buku, maka di dalam tradisi orang Yahudi, misalnya, anak-anaknya diwajibkan untuk bertekun membaca dan mempelajari Taurat sejak dini. Bahkan buku pun dapat berperan sebagai trigger bagi sebuah masyarakat untuk melesat maju dan meninggalkan keterpurukan. Contohnya adalah Jepang, masyarakat yang terkenal memiliki mental pembelajar. Pasca insiden bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, pemerintah Jepang menyediakan literatur-literatur dengan harga yang sangat murah. Buahnya terlihat sekarang, Jepang menjadi leading country di Asia dalam bidang sains dan teknologi. Padahal, tanpa adanya peristiwa naas itu, Jepang sebenarnya tidak memiliki sumber daya alam yang dapat diandalkan untuk menjadi sukses. Negara dengan luas wilayah yang tak bias dibilang luas ini malahan “dianugerahi” berbagai kondisi alam yang fluktuatif. Namun mereka berhasil bangkit karena sumber daya manusianya berwawasan luas dan memiliki mental pembelajar. Read the rest of this entry »





How to say “sorry” for your OWN mistakes

29 07 2008

Ada dua kata yang paling penting namun sekaligus juga sulit diucapkan manusia, yaitu TERIMA KASIH dan MAAF. Namun, bagi saya pribadi, dalam kebanyakan kasus mengatakan ‘MAAF’ itu jauh lebih sulit daripada berterimakasih. Mengapa? Mengatakan maaf pasti mengorbankan “wajah” kita. Mau ditaruh di mana ni muka? Apalagi kalau kita lebih tua, dianggap lebih dewasa, ataupun memiliki status sosial di masyarakat yang lebih tinggi daripada orang yang bersangkutan dgn kita (mis: majikan dan pembantu). Read the rest of this entry »





BEAUTY equals HAPPY?

26 07 2008

DI SEBUAH pagi yang cerah, seperti biasa, saya membaca koran. Tak disangka, mata saya menangkap sebaris headline besar yang begitu mengejutkan dan langsung membuat saya berkutat di halaman tersebut. Bunyinya demikian: “Para Pelajar di Tiongkok Berlomba-lomba Operasi Plastik” Saya pun merunut kata demi kata, sambil sesekali geleng-geleng kepala. Disitu dikisahkan, pada musim liburan sekolah, para pelajar di Negara tirai bambu (kebanyakan wanita) akan berbondong-bondong datang ke rumah sakit atau dokter bedah untuk “memperbaiki” bagian-bagian tubuh yang dirasa kurang sempurna. Mulai dari operasi bibir dan payudara(agar tampak lebih seksi), pembentukan lipatan mata (supaya gak terlihat sipit), sampai sedot lemak (untuk mengusir lemak-lemak yang menganggu keindahan tubuh). Tentu tak sedikit kocek yang dikeluarkan. Tapi itu bukan masalah buat mereka. Yang terpenting, tutur salah seorang narasumber, ia bisa kembali ke sekolah dengan lebih percaya diri. Read the rest of this entry »





GLUING OUR NATION

24 07 2008

Di Indonesia sejak pertengahan tahun 1990-an muncul berbagai konflik bernuansa etnis yang menyebabkan ribuan orang mati terbunuh. M . Iqbal Djajadi mencatat sejak tahun 1995 sampai pertengahan 1998 terdapat 58 kasus kerusuhan. Tercatat 9 kasus kerusuhan pada tahun 1995, 15 kasus pada tahun 1996; 17 kasus pada tahun 1997; 17 kasus hingga Juni 1998.2 Salah satu konflik yang terbesar terjadi di Ambon antara kelompok Kristen dan Muslim yang berlangsung berlarut-larut. Walau bertumpang tindih dengan konflik yang berakar pada problem struktural dan agama tetapi warna keetnisan tetap dominan.

Read the rest of this entry »